Kamis, 18 Juli 2013

Tawazun


Tawazun berasal dari kata tawazna yang artinya seimbang. Tawazun bermakna memberi sesuatu akan haknya, tanpa adanya penambahan dan kekurangan.
Allah menciptakan alam dan segala isinya dengan keseimbangan.
                                      
Artinya: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?" (QS Al Mulk:3)

Allah yang maha pemurah pencipta keseimbangan, tidaklah kita merasakan siang dan malam dimana siang hari adalah waktu kita beraktivitas dan malamnya waktunya kita beristirahat. Apa yang terjadi bila Allah tidak menciptakan malam sebagai waktu kita beristriahat? mungkin akan terjadi kekacauan karena tidak ada waktu istirahat untuk manusia.

Sebagai manusia tentunya kita harus hidup dengan keseimbanga, Sesuai dengan fitrah Allah, manusia memiliki tiga potensi, yaitu Al-Jasad (Jasmani), Al-Aql (akal) dan Ar-Ruh (rohani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Ketiga potensi tersebut memiliki kebutuhannya masing-masing.

Al Jasad (Jasmani)
Mu’min yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim). Berdasarkan hadis tersebut Mukmin yang dicintai Allah adalah mukmin yang senantiasa menjaga jasmaninya contohnya dengan berolah raga, makan makanan yang sehat, istirahat dan menjalankan apa yang menjadikan badannya menjadi sehat dan bugar.

Al Aql (Akal)
Manusia adalah mahluk yang paling mulia yang diciptakan Allah untuk menjadi Khalifah di muka bumi. yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal pikiran yang membuat manusia dapat berfikir tentang baik dan buruk, dan memanfaatkan sumber daya yang ada agar dapat menunjang ibadah kepada Allah. Sebagai khalifah yang dikirimkan Allah kebumi manusia juga harus memenuhi akalnya dengan ilmu.

Ar Ruh (Rohani)
Manusia adalah hamba Allah yang membutuhkan Allah. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepadaNya. Segala sesuatu permasalahan, persoalan hidup yang sulit adalah masalah yang dialami manusia. Dengan mengingat Allah segala sesuatunya akan terasa lebih mudah karena berserah kepaNya. Pemenuhan kebutuhan rohani sangat penting, agar roh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.

Dengan Tawazun manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki dan itu merupakan nikmat Allah. Hidup seimbang dapat menjadikan kita menjadi hamba Allah yang bersyukur serta di cintai Allah dan Rasulnya.


                                                                                                              Penulis: Taufik Humaamy