Ahlan Wa Sahlan

Selamat Datang di Blog Salam 5 Depok

Award SIROH 2013

Salam 5 Event

Syukuran Salam 5

Berita Alumni

Tawazun

Tausiyah

Belajar Militan

Artikel

Rabu, 10 April 2013

Anak Kecil Aja Tahu


Muslimah yang insyaallah dicintai Allah.
Begini Bedain pake jilbab yang bener sama yg belum bener. 


Selasa, 09 April 2013

Training Profesonal (Public Speaking)

Training Public Speaking 16 Maret 2013















Training Profesional Salam 5

 Kali ini Salam 5 telah melaksanakan training Profesional dengan tema Public Speaking untuk para pengurus Rohis SMAN 5 Depok. Pada tanggal 16 Maret 2013. Pembicara dalam training kali ini adalah Bang Lutfi.

Dalam training kali ini kita membahas tentang bagaimana menjadi public speaker yang baik untuk para kader organisasi rohis yang biasanya dihadapkan kepada situasi publik yang diharuskan menyampaikan dengan bahasa dan tutur kata yang baik.

Muslim 2013

Rohis SMAN 5 Depok. kembali mengadakan Agenda tahunannya, pada tanggal 30 Januari 2013. Yaitu dalam memperingati hari lahir nabi Muhammad SAW. Dalam acara Muslim (Maulidnya SMAN 5 DEPOK). Sekaligus doa bersama untuk kelulusan kelas XII untuk menghadapi UN.

Dalam Muslim 2013, dihadiri Ust. Reza M. Syarif. Beliau memberikan ceramah dan motivasinya untuk murid SMAN 5 Depok.

Kenalan Dengan Ketua SALAM 5 2013/2014

Kita kenalan dengan ketua SALAM 5 Depok periode 2013/2014 yuk.

Namanya Muhamad Lutfi Ismail A.md, biasa dipanggil Bang Lutfi. Beliau Angkatan 2008 lulusan ke-5 SMAN 5 Depok. Saat masih berstatus sebagai murid SMAN 5 depok beliau aktif di organisasi Futsal. Kebetulan Bang Lutfi ini suka yang namanya permainan bola kaki, sampai-sampai abis kumpul rohis atau alumni suka ngajakin main futsal. hehe..

Setelah lulus SMA beliau Melanjutkan studinya di PNJ Jurusan teknik elektro selama tiga tahun. Kemudian melanjutkan di UNJ (sekarang) jurusan teknik elektro program studi Pendidikan Teknik Elektro. Bang Lutfi ini pernah aktif dalam organisasi BEM PNJ dan BEM UNJ dan Kegiatan keislaman lainnya. Seperti Liqo,  membina adik-adiknya, dan lain-lain.

FB: Lutfi Sang Pembelajar

Belasan Tahun Murtad, Al Fatihah Menuntunnya kembali ke Pelukan Islam


Oleh Afriza Hanifa

Dia pernah menjadi Muslim. Tapi, impian duniawi membawanya pada kesibukan dan kealpaan hingga melupakan Allah. Raya Shokatfard, wanita asal Iran itu melanglang ke negeri Paman Sam untuk memenuhi ”impian Amerika”-nya yang menggebu.
Namun, setelah kesuksesan diraih, hatinya terasa kosong. Ia pun kembali mencari eksistensi Tuhan. Tak langsung kembali kepada Islam, ia lebih dulu mempelajari agama Buddha, Hindu, lalu Kristen. Tapi, hasil kajiannya terhadap tiga agama itu justru mengantarnya kembali kepada Allah. Ia pun mendapatkan kembali hidayah keislaman yang pernah ia tinggalkan. Air mata menderas di pipi Raya saat mengisahkan perjalanan panjangnya itu.
Kisah pilu Raya bermula saat ia hijrah dari Iran ke Amerika pada 1968. Saat itu usianya masih sangat belia, 19 tahun. Tak hanya meninggalkan negaranya, Raya pun menanggalkan gaya hidupnya sebagai orang Iran, termasuk keislamannya. “Aku meninggalkan Iran, pindah ke AS. Aku tinggalkan pula Islam dan identitas sebagai Muslim,” kisahnya, seperti dikutip dari kanal milik Raya di Youtube.
Saat tinggal di AS, ia pun hidup seperti remaja AS pada umumnya: bersenang-senang dan diliputi kilau duniawi. Raya kemudian memulai ”impian Amerika”-nya dengan merintis bisnis di Manhattan, Kalifornia Selatan. Butuh beberapa tahun bagi Raya untuk mencapai impiannya menjadi kaya dan sukses. Wanita yang meraih gelar sarjana dari Southern Oregon University (SOU) itu berhasil menggapai mimpinya di usia yang terbilang amat muda. Berawal dari bisnis toko pakaian, ia meraih puncak kesuksesan saat beralih ke bisnis real estate. Ia menjadi maestro real estate di kawasan Pantai Manhattan. “Alhamdulillah, saya sangat sukses di bisnis real estate. Saya sangat beruntung,” ujarnya bersyukur.
Menjadi pebisnis sukses, mudah bagi Raya membeli segala kemewahan dunia. Ia punya mobil Rolls Royce dan tinggal di rumah megah di tepi pantai. Kebunnya amat luas dengan aneka ternak hidup di dalamnya. Jalan-jalan keliling dunia pun amat gampang dilakoninya. Namun, setelah gemerlap dunia ia dapatkan, Raya justru merasakan kekosongan jiwa. Alih-alih bahagia, ia merasa hatinya begitu hampa. “Saya mulai merasakan sesuatu yang hilang, terasa sangat kosong,” ujar Raya dengan mata sayu.
Kekosongan hati terus melandanya. Wanita bergelar master bidang jurnalisme dan komunikasi publik ini pun kemudian mencari tahu penyebab kekosongan hatinya. Ia mengikuti beragam workshop dan kuliah, tapi tak menjawab permasalahannya. Entah mengapa, kemudian tumbuh keinginannya untuk mencari eksistensi Tuhan. Maka itu, dimulailah perjalanannya mencari Tuhan.
Perjalanan itu ia awali dari agama Hindu. Ia amat tertarik dengan kedamaian dalam ajaran agama tersebut. Dia pun menjadi penganut Hindu. Merasa kurang puas, ia lalu mencari Tuhan di agama lain. Kali ini, pilihannya jatuh ke agama Buddha. Ia pun menjadi umat Buddha. Tak lama, ia keluar dari agama ini karena kembali gagal menemukan eksistensi Tuhan.

***

Raya lalu bergabung dengan gerakan New Age, sebuah gerakan yang mengajarkan kebebasan diri tanpa Tuhan. Gerakan yang pamornya amat mencorong di Amerika kala itu membawa Raya pada kehidupan yang bebas dan mandiri tanpa Tuhan. “Anda adalah master dalam kehidupan Anda, Anda memiliki takdir sendiri, Anda adalah Tuhan dalam kehidupan Anda, dan banyak elemen lain yang saya pelajari di sana. Tapi, kemudian saya berpikir, saya tak mampu menjadi master dalam perjalanan hidup saya. Saya tidak dapat membayangkan ke mana hidup saya akan pergi. Saya pun tak nyaman di sana,” demikian Raya berkisah.

Menjadi Kristiani
Dari New Age, Raya kemudian menjadi penganut Kristiani. Ia bertahan cukup lama sebagai seorang Kristen, yakni tujuh setengah tahun. Ia begitu tertarik dan terpesona dengan kebersamaan dan persaudaraan umat Kristiani yang kuat. Lalu, jadilah Raya penganut Kristen yang taat ke gereja, mempelajari Alkitab, bahkan mengajarkannya. Ia juga belajar teologi Kristen di sebuah universitas. Tapi, lagi-lagi Raya merasa gelisah. Ia merasa belum menemukan Tuhan yang diinginkannya.
Nah, di titik inilah ia mulai tertarik kembali pada Islam. Sebelum memantapkan diri kembali ke pangkuan Islam, ia sempat pamit pada pastur yang selama ini membimbingnya dalam agama Kristen. Raya sangat gembira karena sang pastur amat terbuka dan membebaskannya memilih agama yang diyakini.
Selama 15 tahun, Raya jatuh bangun mencari eksistensi Tuhan. Beragam agama sudah ia anut. Namun, siapa sangka, ia justru kembali pada agama yang dianutnya saat masih tinggal di Iran, Islam.
Raya amat pilu saat mengenang perjalanannya hingga kembali kepada Allah. Linangan air mata membasahi pipinya karena menyesal pernah melupakan Allah. Ia merasa bodoh pernah melepaskan hidayah yang begitu nikmat, hidayah Islam. Namun, Allah begitu mencintai hamba-Nya sehingga Raya diberi kesempatan kedua untuk kembali mendapatkan hidayah itu.

***

Sungguh indah kisah kembalinya Raya ke pangkuan Islam. Ia hanya membaca Surah al-Fatihah saat pertama kali membuka Alquran setelah kemurtadannya selama belasan tahun. Hanya dengan tujuh ayat dalam surah pembuka Kitabullah, Raya sudah menyadari kesalahannya dan menyadari bahwa Allahlah satu-satunya Tuhan, tiada yang berhak disembah selain Allah.
Baru saja membaca Basmalah, Raya sudah merinding.  Ayat pertama al-Fatihah membuatnya menyadari bahwa Allahlah Tuhan segala sesuatu, Tuhan semesta alam. Sedangkan, manusia hanyalah bagian kecil dari alam semesta itu. Membaca ayat kedua, air matanya tak kuasa lagi terbendung. “Saya melupakan-Nya, tapi Dia tak pernah melupakan saya.” Ia sungguh merasa malu pada Allah.
Setiap ayat dalam al-Fatihah benar-benar meresap ke jiwa Raya. Saat tiba di ayat yang berbunyi, “Hanya kepada-Nya kami menyembah dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan,” hati Raya serasa tercambuk. Ia tak habis pikir mengapa bisa melupakan Allah dan justru mencari pertolongan kepada selain-Nya. “Saat membaca ayat ini, saya merasa sebuah batu besar dari langit jatuh dan memukul saya,” ujar Raya dengan air mata yang tak henti mengalir.
Ayat berikutnya hingga terakhir, benar-benar membuat Raya menemukan jalan kembali pada Islam. Jalan lurus yang disebut dalam al-Fatihah sangat diinginkan Raya. Ia pun merasa Allah telah menunjukkan “Sirath al-Mustaqim” tersebut kepadanya. “Terakhir, saya meminta padanya jalan yang lururs dan Dia membimbing saya pada jalan lurus tersebut,” pungkas Raya bersyukur.
Maka, kembalilah Raya pada agamanya, agama yang lurus yang diridhai Allah, yakni Islam. Saat ini, Raya berusia 62 tahun. Meski tak muda lagi, ia sangat aktif dalam menyebarkan ajaran Islam. Berbekal pendidikannya, ia pernah menjadi asisten editor di SOU untuk situs islam yang berbasis di Los Angeles.
Ia pun menjadi koresponden asing, penulis, editor dan produser film dokumenter untuk web onislam.net. Ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi dan konsultan untuk situs Reading Islam. Melalui jurnalistik, Raya aktif menyuarakan perdamaian dan hak asasi perempuan. (rol)




Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/30602/belasan-tahun-murtad-al-fatihah-menuntunnya-kembali-ke-pelukan-islam/#ixzz2Pxby83hJ

Menghafal Al-Qur'an itu "Mudah"

Oleh Ustadz Yusuf Mansyur



#STEP 1. DENGERIN bacaan Imam al Ghomidi, per ayat (jika pendek), atau per baris, jika ayatnya panjang, SEBANYAK 20x, sambil MEGANG mushaf, liatin terus dengan mata (bila bisa melihat), dan ikutin bacaannya DALAM HATI. Jangan kurang dari 20x, dan jangan merasa bisa, jangan merasa hafal. Untuk dapetin Ukuran Hafalan Bagus. Sebab kadang, baru 3x dah merasa hafal, inget, padahal itu baru hafalan SEMENTARA.
#STEP 2: Dengerin ULANG sebanyak 20x LAGI, tapi sambil buka tutup mata. Ganjil, buka mata, genap, tutup mata. Bacaan pertama di 20x kedua, buka mata, bacaan kedua, tutup mata, dan terus begitu, sampe 20x. Jangan merasa lelah. Dan jangan ampe kurang. Untuk dapetin bener-bener Ukuran Hafalan Bagus. Kalo engga, nanti akan terus kayak ngafal dari 0 bila ga disiplin.
Di step 2 ini, lisan mulai ikut bacaan imam dengan dikeraskan, tidak dalam hati.
#STEP 3: kita baca 20x, TANPA bacaan Imam, dan TANPA melihat mushaf sama sekali.
#Ulangi langkah yang sama untuk ayat 2, 3, 4, dan 5. Atau untuk baris 2, 3, 4, 5 jika ayatnya panjang.
Setiap mau melangkah ke ayat berikutnya, ULANGI dulu ayat atau baris yang telah dihafal, minimal 3x.
Misal, sebelum ayat/baris ke-3 dimulai, maka ayat/baris 1&2 nya diulang dulu 3x. Baru kemudian lanjut ayat/baris ke-3 dg cara yg sama.
Kalau sudah 5 ayat atau 5 baris, maka ulangi keseluruhannya 20x, jangan menambah dulu.
Lakukan langkah yang sama u/ ayat 6, 7, 8, 9, 10, atau baris 6, 7, 8, 9, 10. Juga untuk ayat 11, 12, 13, 14, 15, atau baris 12, 13, 14, 15.
Jika megangnya adalah ukuran baris, maka 15 baris itu, 1 halaman muka.
Juz 30 itu, 271 baris, termasuk ayat2 dan surah2 yg sudah familiar duluan: surah2 pendek. Jika sama sekali ga hafal, totalnya 271 baris.
Jika sehari sebaris saja, 271 hari. Dan itu sama dengan 9 bulan. Jika ngafalnya 2 baris, 4,5 bulan. Jika ngafalnya 4 baris, sktr 2 bulan, dah hafal Juz ‘amma. InsyaAllah dengan hafalan yg baik, dan suaranya relatif sama dengan suara imam yang dipilih. InsyaaAllah kebawa dah.
Dari 7 hari, sisakan 1 hari u/ hanya muroja’ah (mengulang) hafalan yg dihafal, tanpa tambahan.
***
NAH, sehubungan dengan acara ini, saya pengen kwn2 peserta nanti mendaftarkan diri menjadi santri tahfidz online, lewat www.santritahfidz.com., yang digawangi langsung oleh Syeikh al Ghomidi/di bawah bimbingan dan pengawasan serta keberkahan beliau.
Harapan saya juga, yang hadir nanti di Jogja dan Wonosobo, semuanya sudah dalam keadaan megang al Qur’an. Sehingga simulasi tausiyah bisa sempurna didapat. Dan jangan kuatir, untuk menjadi santritahfidz.com, yang tidak punya duit, akan dibayari yang punya. Yang punya duit, bayarin yang punya. Stand donasi dan pendaftaran dibuka bareng. InsyaAllah.
Bahkan nih ya, saya pengen, inilah acara 2 BULANAN GBK. Semacam training akbar ngafal Qur’an metode ODOA + motivasi Qur’an + tausiyah Qur’an, + silaturahim Qur’an. Biar menggelinding benar2 Qur’an itu di Indonesia. Ga selewatan, yang begitu selesai acara, bubar.
Saya doakan semoga acara di Jogja dan Wonosobo berjalan lancar. Aamiin. Selanjutnya, bisa bergulir di kota2 lainnya, dg pusat secara Jabodetabek/Nasional, di GBK.

Hikmah Tentang Kaya Dan Sholeh


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)
Kisah ini berawal Pada saat saya bertemu dengan seorang kawan di rumahnya,
sambil silaturahim saya ingin mengajaknya berbisnis…
Pa ayo ikut bisnis dengan saya…!
Saya tidak mau … jawabnya mantap
Kemudian saya tanya, kenapa?
Jawabnya: saya takut KAYA
Saat itu saya kaget… ternyata ada orang yang TAKUT kaya…
Dia sangat faham… kalau menjalankan bisnis resikonya kaya
Lalu saya tanya: kenapa anda takut kaya?
Saya takut hubbuddunya/ saya takut cinta kepada dunia
Dalam hati saya… luar biasa kawan saya ini, ia orang sholeh
Dalam hati saya berdoa
Ya Allah sesungguhnya orang sholeh seperti inilah yang harusnya kaya…
karena kalau kekayaan dipegang sama orang-orang sholeh… insya Allah rahmatan lilalamin
Tapi sayangnya orang sholeh nya tidak mau kaya….Orang kayanya tidak mau sholeh
Kemudian saya bertanya apakah hubbudunya,… penyakitnya orang kaya saja…?
Tidak … orang miskinpun banyak yang menderita penyakit hubbudunya…
Kalau begitu masalahnya bukan di kaya atau miskinnya… tapi bagaimana sikap kita terhadap harta.
Dengan alasan ini…
banyak umat islam tidak mau bekerja…
tidak mau bekerja keras…
tidak mau berusaha menjadi orang kaya…
tidak mau menjadi orang besar.
Umat islam terlalu besar untuk punya cita-cita kecil…
Umat islam harus kaya seperti kayanya Abu Bakar ashidiq….
Seperti kayanya Umar bin khotob dan Seperti kayanya usman bin affan
Karena kekayaan merekalah… islam bisa berjaya…
Rosulullah mengajarkan kita untuk berdoa, ya Allah… aku berlindung kepada Mu dari kekufuran dan kefakiran… dan aku berlindung dari azab kubur
Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang tapi uang itu dari mana dan untuk apa

kata rosulullah Kita tidak boleh iri kecuali pada tiga orang
Pertama Orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya
Kedua orang yang mati syahid
Ketiga Orang kaya yang dermawan
Ingatlah kita adalah harapan masa depan umat…
Bangkit …
harapan itu pasti ada…
Allah bersama kita…
Semoga bermanfaat

Source : pesantren-entrepreneur

Logo Salam 5


Beginilah Cara Muslimah Eropa “Membalas” Demo Tanpa Baju di Depan Masjid


      

Sejumlah aktivis perempuan FEMEN melakukabertelanjang dada di depan masjid dan kedutaan besar Tunisia di sejumlah negara Eropa, Kamis (4/5). Menanggapi demonstrasi kelas “rendah” itu, muslimah di Eropa dan Amerika Serikat (AS) membalasnya dengan cara yang cukup menyita perhatian dunia. Mereka memperkenalkan jilbab via kampanye online.
n demonstrasi menentang Islam dengan
Berbeda dengan kampanye jilbab sebelumnya, kampanye yang digagas Sofia Ahmed ini lebih masif dalam memanfaatkan jejaring sosial. Mereka unggah foto para jilbaber berikut komentar mereka tentang jilbab.
Sofia mengatakan, satu kebanggaan tersendiri ketika bisa menunjukan jati diri sebagai muslimah. Kebanggaan ini sekaligus menjadi jawaban kepada mereka yang ingin menelanjangi identitas seorang muslimah.
“Mari kita tunjukan kepada dunia, kami menyayangkan FEMEN dan kampanye mereka di Barat,” kata Sofia, dikutip Aljazeera, Sabtu (6/4).
Respon luar biasa langsung diterima sejak kampanye jilbab itu digelar. Sebagian mereka menilai FEMEN tidak tahu apa yang dikenakan seorang muslim. Mereka juga tidak tahu apa yang mereka tidak bisa pakai.
“Saya sangat bahagia dan bangga mengenakan jilbab,” komentar Noor Firdosi.
Tak hanya mendapat respon dari kalangan Muslimah, komentar juga datang dari kalangan non-muslim. “Sebagai warga AS, saya malu dengan apa yang dilakukan FEMEN. Saya berharap, ini membuat kita peduli dengan apa yang dikenakan muslimah,” kata Melody Church. [bsb/bsd]

Redaktur: Saiful Bahri

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/30762/beginilah-cara-muslimah-eropa-membalas-demo-tanpa-baju-di-depan-masjid/#ixzz2PxHnguvT 
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook