Ahlan Wa Sahlan

Selamat Datang di Blog Salam 5 Depok

Award SIROH 2013

Salam 5 Event

Syukuran Salam 5

Berita Alumni

Tawazun

Tausiyah

Belajar Militan

Artikel

Minggu, 02 November 2014

Rapat Kerja Perdana Salam 5

          SALAM 5 (Silaturrahim Alumni SMAN 5 Depok) adalah salah satu Forum Alumni yang sudah ada sejak adanya lulusan SMAN 5 tahun 2004. Sekolah SMAN 5 sendiri sudah berdiri sejak tahun 2001. Pada saat kepengurusan SALAM 5 yang pertama, di pimpin oleh bang Helmi dan dibantu oleh saudara seperjuangan dari SMAN 1 Depok. Kepengurusan SALAM 5 kini telah memasukin tahun ke-10 yang dibawah pimpinan Angga Bagus Asrianto angkatan 2010. Kepengurusan SALAM 5 tahun 2014/2015 dimulai sejak awal oktober, dan pada tanggal 26 oktober 2014 telah diadakan Rapat Kerja (Raker) yang pertama dan dilaksanakan di ruang rapat Salam 5 Depok dimulai pukul 09.45

Rapat Kerja ini di awali dengan pembukaan dan Taujih dari bang Rama yang bertema kan Dakwah Sekolah , Si Amal Pengganda. Dengan berkontribusi di dakwah sekolah, maka kita telah ikut andil dalam menebar bibit-bibit tunas yang Hanif, Alim, Faqih melalui Pembinaan yang rutin. Pembinaan melalui dakwah sekolah merupakan salah satu amal yang begitu banyak pahalanya karena kita telah berbagi kepada orang lain dan yang telah kita berikan itulah yang akan kita miliki untuk bekal di akhirat nanti. “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain”. 

Setelah mendengarkan taujih yang semakin menambah semangat untuk membina dan dibina J Pembahasan Rapat Kerja hari ini dimulai dari bidang Pembinaan. Bidang dengan tagline “Selalu ada tempat untuk pulang” ini, di ketuai oleh bang Aan angkatan 2009. Pada kepengurusan SALAM 5 tahun ini bidang pembinaan memiliki 11 proker yang akan terus mempersembahkan karya-karya dalam pembangunan peradaban yang madani di SMAN 5 Depok. Proker-proker bidang pembinaan yaitu Majelis Murabbi, Pelaporan dan monitoring halaqah, Mabit binaan (Ikhwan), Jalasah Ruhiyah (Akhwat), Forum Mentor, Daurah Asmen, Pendataan Binaan, Sekolah Mentor, Orientasi Halaqah, Modul Mentoring, Riyadhah Binaan.

     Kemudian presentasi rapat kerja ini dilanjutkan oleh biro Media dan Design yang di bawah kepemimpinan Ahmah Fajri angkatan 2012. Biro media dan design memiliki 2 jobdesk utama yaitu Media Sosial dan Design. Dimana masing-masing dari tugas utama tersebut memiliki sub program kerja. Media sosial memiliki proker twitter, facebook, blog, dan press realess dari kegiatan-kegiatn SALAM 5 yang telah berlangsung. Kemudian Design yang akan memfasilitasi pembuatan design dari kegiatan SALAM 5 dan kontroling KARISMA yang akan dibuat oleh Rohis SMAN 5 Depok.
       
      Bidang selanjutnya adalah Humas yang berfungsi untuk menjaring alumni-alumni SMAN 5 Depok dengan cara Jaulah, pembuatan buku database, program alumni in action dan rihlah. Ke empat program tersebut adalah proker yang in sya Allah akan dilaksanakan selama kepengurusan SALAM 5 tahun ini. Bidang humas adalah bidang baru pada SALAM 5 dimana ketua bidang ini adalah Asrurrowi angkatan 2012.
        Selanjutnya adalah biro keuangan, dimana bidang ini adalah gabung fundrising dan bendahara pada tahun sebelumnya. Agar kerjanya lebih efektif dan efisien sehingga pada tahun ini dilakukan penggabungan fungsi kerja pada biro keuangan yang di ketuai oleh Zsazsa angkatan 2012. Biro keuangan memiliki 3 proker yaitu ODOT (One Day One Thousand), Pembuatan Jaket, dan Kotak Kencleng, serta pendataan pemasukan dan pengeluaran keuangan SALAM 5.
         Bidang selanjutnya yang dihuni oleh banyak anggota adalah bidang Syi’ar, karena pada tahun ini bid. Syi’ar akan berusaha untuk stakeholder ke seluruh ekskul yang ada di SMAN 5 Depok dengan program-program yang ada. Sehingga fungsi kerja bid. Syi’ar adalah kaderisasi OPTB (Objek Pembinaan Tunas Bangsa), Dakwah Ammah yang akan bersinergis dengan Rohis, Osis, SC, Pramuka, dan ekskul-ekskul lainnya. Kemudian program kerja rutin bid. Syi’ar adalah Supervisi Rohis, Osis, dll, dan SMS Tausiyah. Ketua dari bidang Syi’ar adalah N. Hussein angkatan 2012. Bidang terakhir adalah bidang Ilmi Mihani yang di bawah pimpinan Setyawan angkatan 2012. Program kerja yang ada pada tahun ini ada 6.
        Setelah dari masing-masing biro dan bidang mempresentasikan hasil dari Rancangan Kerja Tahunan dan Anggaran (RKAT), rapat kerja ditutup pada pukul 15.45 oleh Ketua Umum. Semoga hasil dari rapat kerja hari ini dapat terealisasikan satu per satu dengan Ridha Allah dan mendapatkan berkah-Nya. Aamiin
       Dan semoga pejuang-pejuang yang ada dalam barisan ini terus istiqamah di barisan jalan Dakwah ini hingga akhir hayatnya dan selalu terpaut hatinya oleh Cinta Allah. Allahuma ‘amin.







Senin, 27 Oktober 2014

Napas Waktu Subuh

Dalam Alquran Allah SWT sering bersumpah dengan waktu, dari waktufajar (subuh), dhuha, siang hari, sore, dan senja (ashar), hingga malam hari. Menurut para pakar tafsir, setiap benda atau sesuatu yang dijadikan objek sumpah oleh Allah terkandung di dalamnya dua makna.


Pertama, menunjukkan sesuatu itu penting atau terkandung kebaikan di dalamnya. Kedua, ia menjadi tanda atau penunjuk jalan bagi kekuasaan dan kebesaran Allah SWT yang mesti dipahami.



Dalam surah at-Takwir, Allah bersumpah dengan waktu subuh. “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (QS at-Takwir [81]: 18). Sumpah ini menarik. Dalam Alquran tidak ada benda tidak bernyawa dinyatakan “bernapas” (hidup), kecuali waktu subuh. Apa maknanya?



Mutawalli Sya’rawi memahami ayat ini sebagai tasybih, yakni analogi kedatangan agama Islam dengan waktu subuh. Subuh merupakan permulaan hari ketika cahaya [fajar] mulai bersinar. Subuh juga menyemburkan udara segar yang sangat berguna bagi kesehatan manusia.



Seperti waktu subuh, kedatangan agama Islam memulai kehidupan baru, menyibak kegelapan kelam jahiliyah. Dengan Islam, kehidupan bisa dimulai kembali dan manusia bisa bernapas lega dengan bimbingan dan petunjuk Alquran.



Karena bercahaya dan mengeluarkan udara segar, waktu subuh dipandang sebagai makhluk hidup, bernapas (bernyawa).

Kalau pada malam hari pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mengeluarkan racun (karbon dioksida), saat subuh (pagi hari), pohon-pohon dan tumbuh-tumbuhan mengeluarkan oksigen alias udara pagi yang bersih dan sejuk.


Napas waktu subuh itu berkah bagi manusia. Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “Allahumma barik li-ummati fi bukuriha” (Ya, Allah berikan keberkahan bagi umatku pada permulaan harinya.) (HR Abu Daud dan Thirmidzi).



Keberkahan waktu subuh itu berdimensi fisik dan nonfisik (spiritual). Dari sisi spiritual, dua rakaat shalat (sunah) fajar disebut oleh Nabi SAW, “lebih baik dari dunia dan segala isinya.” (HR Muslim).



Orang-orang terbaik dari generasi sahabat dan tabi’in (al-salaf al-shalih) tidak pernah tidur lagi setelah melakukan shalat Subuh. Mereka berzikir dan membaca wirid-wirid hingga matahari terbit. Tak lama setelah itu, mereka melaksanakan shalat Dhuha, kemudian mereka memulai kerja dan aktivitas.



Dari sisi fisik (duniawi), keberkahan (napas) waktu subuh itu dikaitkan dengan kesehatan, kemajuan ekonomi, dan kesuksesan dalam hidup. Rasulullah SAW pernah mengingatkan Fatimah al-Zahra, putrinya, agar tidak tidur lagi setelah shalat Subuh. (HR Baihaqi).



Pada kesempatan lain, Rasul juga mengingatkannya agar bangun pagi dan giat mencari rezeki. Sebagaimana sabdanya, “Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya, pada pagi hari terdapat berkah dan keberuntungan.” (HR Thabrani dan Al-Bazzar).



Dalam banyak penelitian diketahui, orang yang rajin bangun pagi, beribadah, dan berolahraga, ia lebih sehat (bugar), lebih produktif, dan memiliki peluang lebih besar meraih kesuksesan. 



Bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan, keberkahan waktu subuh itu sangat nyata. Tidak bangun pagi, berarti petaka. Telat pergi ke kantor, stres di jalan karena macet, dan banyak energi terbuang percuma. Wallahu a’lam.



Sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/14/10/21/nds0y8-napas-waktu-subuh

Senin, 29 September 2014

Do'a Ikhtiar Tawakal

Hasil Bukan Segalanya
oleh :ilham ramdni

Harap demi harapan seakan dinantikan sesuai dengan apa yang sudah dibayangkan.
Padahal harapan yang kita inginkan belum tentu yang
terbaik untuk kehidupan.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik
bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang
kamu tidak mengetahui.." (Qs.Al-Baqarah:216)

Namun kodrat manusia senantiasa berharap apa yang kita
harapkan dapat dikabulkan. Tentunya, dalam proses
berharap untuk mencapai keinginan semuanya itu, tidak
bisa dilepaskan dari keterlibatan Allah SWT dalam
memberikan jawaban atas doa dan ikhtiar yang kita
dipanjatkan.

“…Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu
kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada
diri mereka sendiri…” (Qs.Al-Ra’du:11)

Islam mengajarkan keistimewaan bahwa segala apa yang
diharapkan hingga menjadi kenyataan sebanding lurus
dengan doa, ikhtiar, tawakal yang dilakukan penuh
kesungguhan. Hasil bukanlah segalanya, karena proses
untuk mendapatkannya yang lebih berharga, juga karena
ranah hasil, bukanlah ranah kita sebagai hamba,
melainkan ranahnya Allah SWT dalam menentukan
jawabannya atas ikhtiar, doa dan tawakal hamba-Nya.

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan
sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan
menemuinya," (Qs.Al-Insyiqaq:6)

Ikhtiar, doa, dan tawakal adalah satu paket kunci untuk
mendapatkan apa yang kita inginkan. Ikhtiar tidak akan
ada artinya jika tidak disertai dengan doa, begitu juga
dengan doa yang kita panjatkan, tidak akan ada artinya
jika kita tidak berikhtiar dan bertawakal penuh
kesungguhan. Semuanya saling berkaitan dan punya
fungsinya dalam kehidupan. Berdoa merupakan wujud
bahwa Allahlah yang menentukan segala hasil dari Ikhtiar
kita. Sedangkan ikhtiar merupakan wujud aksi kita untuk
meraih keinginan dan harapan. karena ikhtiar itu adalah
bergerak bukan diam dan membutuhkan aksi nyata dan
penuh kesungguhan. man jadda wa jadda (siapa yang
bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil).

Selain kesungguhan dalam berdoa, berikhtiar dan
bertawakal, juga harus diiringi dengan tujuan yang suci
yaitu semata-mata karena ingin mendapat ridho Allah
SWT. Sejatinya, ketika ridho Allah yang menjadi tujuan
sebagai pengiring doa, ikhtiar dan tawakal untuk
mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, maka senantiasa
kita harus mendekatkan diri kepada-Nya. Sebagaimana
pesan Ibn Athaillah “Bagaimana engkau menginginkan
sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak
mengubah dirimu dari kebiasaanmu?"

Sadarlah bahwa selama ini kita terjebak akan doa yang
panjatkan, kita senantiasa mengharapkan dan
menginginkan yang terbaik dari Allah, tetapi kita begitu
jarang meminta dan berusaha untuk bisa menjadi lebih
baik lagi. Maka selain kesungguhan dan tujuan sebagai
pengiring doa, ikhtiar dan tawakal kita untuk sesuatu yang
kita inginkan, alangkah lebih baiknya jika kita iringi pula
dengan upaya memperbaiki diri.

Namun, bagaimana jika doa, ikhtiar dan tawakal yang
sudah kita lakukan penuh kesungguhan, kejelasan tujuan
bahkan diiringi juga dengan perbaikan diri, untuk
mendapatkan keinginan yang kita harapkan, tetapi
hasilnya tak kunjung datang?. Ingatlah bahwa Allah
memiliki skenario yang indah atas jawaban dari doa,
ikhtiar dan tawakal hamba-Nya melalui hal yang tak
diduga-duga, melalui arah yang tidak disngka-sangka,
bahkan diluar nalar dan logika.

“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-
sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang
(dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Qs.At-Thalaq:3)

Jangan pernah sungkan dan enggan untuk berdoa,
berikhtiar dan bertawakal kepada Allah SWT. Karena
yakinlah bahwa Allah menyaksikan setiap bagian-bagain
proses yang kita lakukan. Allah Maha Mengetahui, dan
tentunya Allah mengetahui apa yang kita minta, Allah
mengetahui apa yang kita Inginkan, Allah pun mengetahui
apa yang kita harapkan. Tetaplah berdoa, berikhtiar dan
bertawakal karana itulah yang berharga, dan bukan hasil
yang segalanya.

Virus-Virus Ukhuwah

Oleh: Muhamad Lutfi Ismail

Ayyuhal ikhwah,
sy jadi ingat ketika dulu mendengar sebuah kata-kata dari senior di kampus, "emang apa yang sudah kamu lakukan untuk organisasi ini?? *nada tinggi", apa jadinya ketika ucapan itu hampir sering diucapkan oleh pengurus sebuah organisasi, coba renungkan sendiri. faktanya, sy pernah mendapati beberapa orang mengeluhkan hal itu kepada sy, dan dia sakit hati. padahal selama ini apakah kita tahu masalah dalam dirinya? apakah kita tahu apakah yang sudah dia sumbangkan utk organisasi ini? miris sekali teman-teman. padahal dulu dia sangat kontributif dalam organisasi tersebut, dan memang belakangan ini saja dia tidak begitu banyak membantu. apakah kita begitu mudah melupakan jasa-jasa mereka. tentu seharusnya tidak, karena kemenangan kita itu diraih oleh perjuangan-perjuangan bukan hanya pada hari ini saja, tapi adalah proses akumulatif dari perjuangan-perjuangan sebelumnya juga. kembali kepada kata-kata "emang apa yang sudah kamu sumbangkan untuk organisasi ini??" ini adalah sebuah kata yang bisa dikatakan maaf sebelumnya "virus-virus ukhuwah". Jadi, sudah saatnya kita  menghilangkan kata-kata itu, dan mencoba untuk bergerak lebih daripada mengurusi masalah-masalah orang lain yang bisa membuat kita jadi semakin terpuruk dan semakin mundur dalam perjuangan ini, bukan tidak boleh. Tapi memang adakalanya kita memang tidak usah terlalu lama terkungkung dalam permasalahan tsb, karena urusan kita memang banyak. karena boleh jadi ketika kita menganggap orang lain tidak berkontribusi, malah kita sendiri tidak berkontribusi. sudah saatnya kita bukan lagi banyak mengkritisi tapi banyak berkontribusi. bergeraklah ikhwah, hanya orang-orang yang tangguh dan sabarlah yang bisa bertahan dalam sebuah organisasi. 

Muslimah Day

             
Oleh:  Ayu Chyntia

  Globalisasi memaksa kita untuk bisa survive dan mengikuti perkembangan zaman dalam bidang apapun. Hari ini dunia kita seolah berlari berkejaran. Memaksa kita harus paham tentang segala hal. Belajarlah teknologi agar anda tak dibilang ketinggalan zaman. Belajarlah politik agar anda  tidak mudah dibohongi pemimpin-pemimpin yang sewenang-wenang. Belajarlah ekonomi agar anda  bisa tetap bertahan hidup dalam kondisi kritis seperti sekarang. Belajarlah cara berkomunikasi agar tak dibilang manusia purba yang baru keluar dari goa. Sadar atau tidak, selama ini kita semakin giat mempelajari itu semua. Namun... ada satu hal yang hampir-hampir lupa untuk dipelajari oleh sebagian besar manusia. Al-Qur’an.

                Muslimah. Ya, muslimah adalah sebutan untuk seorang wanita yang beragama islam.  Namun hari ini muslimah seolah terkotak-kotakkan. Tentang si hijabers yang kebablasan dalam ber-fashion sampai terkadang pakaiannya nyerempet tren kebarat-baratan, yang luas dalam bergaul sampai terkadang tidak mengindahkan kaidah-kaidah dalam pergaulan. Dan tentang si jilbaber dengan jilbab panjang yang katanya ketinggalan jaman, dengan kekakuan dalam pergaulan layaknya binatang habis disiram air keras. Itu dulu. Aku berharap bahwa itu hanyalah anggapan orang-orang jaman dulu.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang berjilbab lebar namun tetap anggun dalam berpenampilan. Mereka yang menjaga aroma tubuhnya sampai tak ada lagi orang yang menyindir karena bau badannya. Muslimah hari ini haruslah mereka yang paling menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungannya. Karena dari sanalah dia menunjukkan kepada dunia bahwa inilah sebagian dari ajaran islam. Bahwa sesungguhnya Allah mencintai keindahan.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang alim. Bukan alim dalam arti pendiam, tapi alim dalam arti yang benar. Ya, berilmu. Merekalah  yang berhasil menegakkan kepala didepan ribuan pasang mata karena isi didalam kepalanya. Bukan lagi mereka yang minder karena lagi-lagi harus diremed waktu ujian dan juga bukan mereka yang seringkali dipermalukan di depan guru besar. Merekalah wanita-wanita cerdas, yang waktu kosongnya diisi untuk membaca, berdiskusi,  atau sekedar mendengarkan kajian. Karena dari sanalah mereka sadar bahwa banyak pengetahuan dan wawasan yang bisa dia dapatkan. Melalui kecerdasannya, ada misi besar yang hendak mereka wujudkan. Memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat disekitar.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang punya banyak teman karena keramahan dan kasih sayang yang terpancar tulus lewat senyuman. Bukan lagi mereka yang kaku dan selalu menunduk ketika dijalan. Bukan lagi mereka yang hanya berkumpul dengan sesamanya dan jarang bertegur sapa dengan orang yang berlainan. Mereka yang bisa melebur dimanapun dan dengan siapapun ketika dipertemukan. Mereka yang mewarnai pergaulan, bukan yang terwarnai oleh pergaulan. Karena mereka paham, bahwa mereka ditempatkan Allah dalam kondisi tersebut dengan tujuan untuk membawa sebanyak-banyaknya orang berjalan beriringan dalam langkah-langkah kebenaran

Solusi itu Tarbiyah

            Pendidikan Karakter

Oleh: Yoga Julian P
Pada dasarnya manusia akan memilih jalan yang lebih nyaman. Ketika ada seseorang yang ingin pergi ke suatu daerah maka menjadi suatu yang wajar dan manusiawi.  Orang itu akan melalui jalan yang dengan lintasan terpendek dan melalui jalan yang terasa nyaman bagi dia. Demikian juga hidup, di sana seseorang akan menghadapi berbagai caobaan dunia, cobaan dalam setiap aktivitas hidupnya. Manusia akan dihadapkan dengan kondisi bahwa hidup itu adalah pilihan. Manusia jika diberikan pilihan antara menjadi kaya atau miskin, berkedudukan tinggi atau rendah, , pasangan hidup yang sesuai serta pilihan-pilihan lainnya. Dan cara-cara untuk untuk mengapai pilihan-pilihan itu juga terdapat banyak pilihan lagi. Dari segi jenis usahanya pun terdapat pilihan-pilihan, serta dari jenis cara membuat usaha itu bisa sukses, juga terdapat berbagai cara. Dari hal ini maka kita sadari bahwa banyak pilihan di sepanjang manusia hidup.
Dalam didunia remaja, pilihan hidup yang diambil oleh mereka, terdapat beberapa kondisi yang spesial. Karena pilihan hidupnya lebih banyak dipengaruhi dengan kondisi lingkungannya, baik dari orang-orang di sekitar maupun masalah-masalah yang dialami oleh orang yang bersangkutan. Karena saat remaja, kondisi kejiwaan mereka masih mudah labil dan mudah dipengaruhi
Pada permasalahan remaja dengan menfokuskan masalah ke pelajar sekolah. Contoh kasus adalah tawuran. Tawuran pelajar sekolah menjadi potret buram dalam dunia pendidikan Indonesia. Pada 2010, setidaknya terjadi 128 kasus tawuran antar pelajar. Angka itu melonjak tajam lebih dari 100% pada 2011, yakni 330 kasus tawuran yang menewaskan 82 pelajar. Pada Januari-Juni 2012, telah terjadi 139 tawuran yang menewaskan 12 pelajar.
Kasus tawuran ini tentu menarik perhatian dari setiap lapisan masyarakat yang berada di negara ini. Sekjen FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia), Retno Listyarti, menilai penanganan tawuran pelajar selama ini diselesaikan dengan menggunakan prinsip 'pemadam kebakaran'. "Artinya hanya ditangani ketika ada kasus dan korban, sementara akar permasalahannya tidak pernah dicari apalagi diselesaikan," ujarnya dihubungi Selasa (12/11).
Dalam penanggulangan fenomena tawuran, perlu dilakukan kebijakan mengatasi faktor-faktor akar permasalahan yang mempengaruhi berkembangnya perilaku tawuran.
Ekpresi Naluri Agresi
Tawuran merupakan salah satu bentuk perilaku agresi, karena dalam tawuran terdapat perilaku baik fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti dan merugikan orang lain.
Akibat Frustasi
Frustrasi yang berujung pada perilaku agresi sangat banyak contohnya, salah satunya tawuran pelajar yang terjadi di Jakarta ada kemungkinan faktor frustrasi ini memberi sumbangan yang cukup berarti pada terjadinya peristiwa tersebut. Sebagai contoh banyaknya anak-anak sekolah yang bosan dengan waktu luang yang sangat banyak dengan cara nongkrong-nongkrong di pinggir jalan dan ditambah lagi saling ejek mengejek yang bermuara pada terjadinya perkelahian. Banyak juga perkelahian disulut oleh karena frustrasi yang diakibatkan hampir setiap saat dipalak (diminta uangnya) oleh anak sekolah lain padahal sebenarnya uang yang di palak adalah untuk kebutuhan dirinya.
Informasi Adegan Kekerasan
Tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini anak-anak dan remaja banyak belajar menyaksikan adegan kekerasan melalui Televisi dan juga “games” atau pun mainan yang bertema kekerasan. Acara-acara yang menampilan adegan kekerasan hampir setiap saat dapat ditemui dalam tontonan yang disajikan di televisi mulai dari film kartun, sinetron, sampai film laga. Selain itu ada pula acara-acara TV yang menyajikan acara khusus perkelahian yang sangat populer dikalangan remaja seperti Smack Down, UFC (Ultimate Fighting Championship) atau sejenisnya. Walaupun pembawa acara berulang kali mengingatkan penonton untuk tidak mencontoh apa yang mereka saksikan namun diyakini bahwa tontonan tersebut akan berpengaruh terhadap perkembangan jiwa penontonnya.
Seputar kecerdasan emosional (EQ) Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyampaikan bahwa “ kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya yang 80% ditentukan oleh serupun faktor-faktor yang disebut Emosi Qoutient. Namun ada kondisi dimana seseorang tidak dapat mengontrol EQ tersebut. Terutama pada kalangan pelajar dimana IQ mereka sedang dalam perkembangan dan pengontrolan EQ mereka belum stabil. Ini bisa jadi salah satu hal yang menyebabkan kekerasan maupun tawuran antar pelajar dimana setiap siswa belum dapat mengontrol EQ mereka satu sama lain. Sehingga ketika ketidak stabilan tersebut dibarengi dengan lingkungan yang tidak dapat mengendalikan maka kekerasan sudah dapat dipastikan menjadi jalan dimana mereka mengeluarkan kebuasan emosi dari dalam diri mereka.

Dalam hal ini, hal yang dapat menjaga untuk menjaga kedaan remaja, maka perlu memperhatikan keadaan banyak yang terjadi di karenakan krisisnya rukhiyah, dalam hal ini berarti SQ (Spiritual Qoutient). Ketika kondisi rukhiyah seseorang dalam kondisi baik maka dia tidaklah berani melakukan perbuatan-perbuatan tercela karena keyakinannya terhadap hukum akhirat sangat baik. Dengan demikian orang tersebut akan senantiasan menjaga dirinya dari hal-hal yang dilanggar Sang Pencipta Alam, yang peraturan-Nya pun juga merupakan peraturan yang mengandung kebagikan semua.
Dalam penjagaan rukhiyah ini, terdapat beberapa jenis metode. Ada yang berbentuk tabligh akbar, tasqif,majelis ta’lim. Untuk zaman di era modern, ada suatu metode yang secara signifikan dirasakan begitu berhasil. Metode ini menghasilkan orang-orang yang wara (senantiasa menjaga dirinya agar tidak berbuat diluar batas-batas koridor), dimana proses ini dinamakan metode Tarbiyah yang telah mengubah karakter-karakter orang yang berada di dalamnya menjadi lebih kuat.
Proses tarbiyah yang dilakukan dalam menyelesaikan problem di atas, sehingga para remaja bisa memperoleh kepribadian yang utuh. Dimulai dari aqidah yang kuat(yakin dan meyakini adanya Zat Maha Pencipta yang harus dikuti ketetapan-Nya), ibadah yang benar, Karakter yang kokoh, jasmani yang bugar, intelek dalam berfikir, pandai mengendalikan hawa nafsu(sehingga terjaga dari hal-hal yang mendorongnya berbuat diluar batas) , pandai menjaga waktu, teratur dalam segala urusan, mandiri dari segi ekonomi, bermanfaat bagi orang. Ini adalah target dari proses tarbiyah. Metode tarbiyah yang dilakukan kepada pelajar adalah dengan sarana mentoring dan telah dappat dilihat hasil dari tarbiyah ini. Semakin tumbuh pelajar-pelajar yang memiliki kepribadian yang baik, karena Islam menjadi asas yang mereka bawa.
Referensi :
http://sosbud.kompasiana.com/2012/09/29/akar-masalah-tawuran-pelajar-497567.html
http://twins-mysoftskill.blogspot.com/2013/01/analisa-kekerasan-pelajar.html
http://video.tvonenews.tv/arsip/view/62132/2012/09/27/data_tawuran_pelajar_selama_20102012.tvOne
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/11/13/mw6ayu-fsgi-tawuran-pelajar-perlu-diselesaikan-akar-masalahnya

Selasa, 23 September 2014

LPJ Ketua Umum SALAM 5 2013

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
KETUA UMUM SALAM 5
PERIODE 2013


“Kebahagiaan kita tidak terletak pada harta, tidak pada penampilan diri, tidak juga pada gemerlap perhiasan dan keindahan dunia. Ukuran kebahagiaan terkait erat pada hati dan ruh manusia yang mendamba ridha Tuhannya.”  -Hasan Al-Banna-

”Bukanlah harta dan benda yang kami harapkan, apalagi sekedar pujian ataupun ucapan terima kasih, yang kami harapkan adalah perjuangan sepenuh hati ini dapat membuahkan kebahagiaan dan memperoleh ridho dari Allah.. ”

Pendahuluan
Suasana terasa begitu indah ketika ada kader dakwah yang telah tersusun rapi dalam kepengurusan Silaturahim Alumni Muslim Sman 5 Depok (SALAM 5) telah di amanahkan dalam kepengurusan yang baru masa bakti 2013 dengan jargon “Bersatu Bergerak Bermanfaat”. Masih teringat, ketika dulu waktu kita syuro perdana, ada satu ayat yg saya bacakan “ya ayyuhalladzina amanu la takhunullaha warrasulla wa takhunu amanatikum wa antum ta’lamun (Q.S. Al anfal 27), yang artinya hai orang-orang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui. SALAM 5 adalah organisasi luar biasa yang menghiasi hari-hari saya dengan penuh warna dan dinamika hidup yang kalau boleh saya bilang “subhanallah luar biasa amazing spektakuler bombastis”.  

Dan hari ini merupakan momentum bersejarah bagi kita semua, terlebih bagi kami yang merupakan titik kulminasi (puncak) dari hari-hari penuh perjuangan yang telah dilalui. Hari dimana segala yang terlewati menjadi saksi atas kesungguhan kami dalam menunaikan sebuah amanah. Kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan pada kami yang lemah dan penuh keterbatasan ini untuk menjalankan amanah ini, dan juga atas segala pertolongan dan kasih sayang Allah SWT kami mampu menunaikannya sampai hari ini.

Namun perasaan sedih dan takut pun hadir dalam hati kami karena kami sadar tidak banyak yang kami perbuat diselang waktu perjuangan ini, karena sang waktu yang terus bergerak dan akhirnya membatasi kami. Begitu pula dengan segala kekurangan dan luka yang kami torehkan selama ini, karena hal itu sangatlah mungkin mewarnai perjalanan kami yang penuh dengan canda, tawa, haru juga duka.

Dalam perjalanan SALAM 5 selama setahun, saya memulai gerak dakwah ini dengan terlebih dulu membaca panduan dakwah sekolah dan akreditasi dari tunas bangsa, karena memang itu menjadi acuan atau sebuah visi dakwah tunas bangsa dalam lingkup nasional maupun regional. Dengan mentransfer poin-poin yang ada dalam buku tersebut saya coba mentransformasikannya dengan mengarahkan setiap divisi menjalankan proker sesuai panduan. Dan tidak lupa untuk membentuk suasana kesolidan tim yang baik, maka saya disini coba menerapkan fungsi controlling dengan mengingatkan pengurus SALAM 5 agar syuro sebulan sekali perdivisi, BPH pertiga bulan sekali, dan evaluasi akbar perenam bulan sekali. Tidak lupa, saya juga selalu menyempatkan hadir dalam syuro divisi. Dan alhamdulillah, berjalan dengan baik meskipun dalam beberapa kesempatan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Di tengah perjalanan dan akhir kepengurusan organisasi ini kami juga (red : BPH) mencoba untuk memberikan sesuatu penghargaan bagi beberapa pengurus yang sangat aktif terlibat dengan memberikan hadiah dan sebuah catatan agar mereka meningkatkan kinerjanya dalam SALAM 5.  Ketika memang semua cerita dan pengalaman tentang divisi dalam SALAM 5 saya ceritakan disini, maka tidak akan cukup untuk memberikan gambaran dan goresan program kerja yang telah kalian kerjakan selama menjabat setahun di organisasi ini.   

Untuk mengenang apa ciri khas SALAM 5 dalam masa kepengurusan 2013, maka saya bisa memberikan sebuah kalimat untuk organisasi ini “SALAM 5 Komunikatif dengan Dakwah Pencitraan dan Produktif” dalam penjelasannya ini bermakna membangun hubungan baik dengan alumni, birokrat sekolah dan lembaga siswa yang ada di sekolah dalam rangka menyeru kebaikan dengan menggunakan media pencitraan nyata (banner,poster,souvenir,dll) dan media maya (blog,twitter,facebook,dan blog) dan dengan menjalankan program kerja tiap bulan yang mendukung. Kalimat ini tertuang karena saya meilhat kinerja SALAM 5 selama setahun kepengurusan dalam kerangka realistis, alhamdulillah ini semua berjalan dengan baik.

Dan yang terakhir, keberadaan SALAM 5 dalam satu periode ini kami sadari tidak dapat memuaskan semua pihak yang ada, namun kami mencoba memberikan sesuatu yang terbaik dengan potensi maksimal selama ini. Kami pun sadar bahwa laporan pertanggungjawaban ini tidak mungkin mampu menggambarkan seluruh aktivitas kami selama satu tahun, akan tetapi setidaknya ini adalah gambaran sederhana mengenai dinamika perjalanan kami dalam menunaikan amanah ini.

Afwan minkum, Jazakulullah khairan katsiron atas kontribusi dan kinerja antum wa antunna selama setahun kepengurusan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Evaluasi Pengurus
Dalam penilaian saya terhadap pengurus SALAM 5, dimulai dari rekan kerja saya Ria Fidiyanti (keputrian dan bendahara) adalah yang luar biasa tadhiyahnya dalam berjuang untuk meriayah akhwat yang lain dan mengatur keuangan. Hermawan Sudibya (sekretaris) yang selalu gigih dalam berjuang meskipun sendirian. Zsazsa Novia (fund rising) yang selalu bekerja sama dengan baik dalam hal pulsa. Haris Rabbani (syiar) yang kadang menasihati saya kadang pula dia bingung. Aan Mi’dad (akademik mihani) yang kalau lihat dia kayanya banyak banget urusannya, tapi alhamdulillah kinerjanya baik. Mujahidin Al Faruqul Adzim (pembinaan lanjutan) yang aktif sebulan pertama. Muhammad Satria Nugraha (pembinaan dasar) yang selalu mengingatkan untuk laporan mentor dan menjadi MC tetap di SALAM 5. Faizal Ahmad (humed) yang kalem banget dalam kepengurusan. Hegar Reza Bisma (pembinaan dasar) yang selalu mengajarkan arti kesabaran. Ilham Ramdhoni (syiar) yang membuat ceria suasana dengan humor-humornya. Yoga Julian (akademik mihani) yang semangat sekali untuk menjalankan program smanlie scholarship expo. Muhammad Luthfi (syiar) yang selalu bilang ane ada amanah di kampus nih. Setyawan Kurnianto (akademik mihani) yang selalu izin, tapi sebenarnya dia mau bantu-bantu. Hussein Shibgotullah (pembinaan dasar) yang selalu siap membuat poster mentor of the month. Hassan Shibgotullah (pembinaan dasar) kembaran hussein yang semangat di awal kepengurusan. Raden dery (humed) yang dulu rajin sekali di awal untuk posting twitter. Asrurowi (akademik mihani) yang selalu bilang afwan jangan ane bang. Fajri (humed) yang selalu bertanya tentang amanah blognya, tapi dia rajin menjalankan tugasnya. Di antara data evaluasi di atas ternyata saya sendiri blm di evaluasi, maka silahkan pengurus yang lain bisa menilai kinerja saya selama 1 tahun menjabat. Dan semua pengurus yang tidak saya sebutkan satu demi satu, saya ucapkan jazakumullah khairan katsiran atas pengorbanan dan kinerja antum selama setahun berjuang di SALAM 5. “Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu”

Kemudian ada beberapa tambahan evaluasi yang telah di buat oleh Kaput SALAM 5. Berikut evaluasinya Novrita Wulandari (pembinaan lanjutan) seorang yang taat, gerak cepat, memahami peran dan fungsi sebagai PJ pembinaan lanjutan, walaupun terkadang suka lupa, jadi harus di ingetin. Soraya Kamal (akademik mihani) yang memiliki hubungan birokrasi yang baik dengan pihak-pihak sekolah, tipe pekerja yang ulet dan gesit. Desi Pertiwi (akademik mihani) yang sabar dan mau mengayomi tapi masih harus belajar untuk lebih tegas dan gerak cepat. Yuan Nisa Wardhani (akademik mihani) masih moody-an, kurang aktif dan cenderung menunggu perintah dan info. Nurul Hasanah (pembinaan dasar) yang sabar dan mengayomi, komunikatif dan amanah, suka lupa dan kurang gerak cepat. Diana Nur Amalina (pembinaan dasar) setia dengan data-data statistik tarbawi di smanli, mobile, komunikatif, kreatif, dan cekatan, tapi masih belum berani untuk tampil sendiri. Dhea Loka Nanta (pembinaan dasar) yang amanah, komunikatif, mengayomi, tipe pembelajar yang cepat, dan memback up pembinaan dasar dengan baik, tapi masih suka grogi untuk amanah yang strategis. Ayu Chintya Dewi (syiar) tipe wakabid yang tegas, cerdas, gerak cepat dan to the point. Reni Anggraeni (syiar) pengurus akhwat paling semangat, tegas, gerak cepat, dan tahu medan dengan baik, idenya kreatif, berani mencoba, tapi perizinan ortu masih sulit. Ely Setyowati (humed) berdakwah lewat jejaring sosial, kurang komunikatif, belum mau terbuka dan membaur dengan teman-teman yang lain. Ima Larasati (syiar) jarang ada kabar dan kehadiran, masih bekerja sesuai mood. Reski Dwi Saputri (humed) yang semangat di awal, selebihnya jarang ada kabar, komunikasi internal humed baik, mau mengayomi. Nurwiqoyah (humed) semangat bertanggung jawabnya sangat baik, berusaha untuk tawazun dengan amanah yang ada, komunikatif dan mau belajar, belum percaya diri dengan kemampuan dirinya. Sarah Azzahrah (humed) bekerja di jejaring sosial, masih moody-an, terkadang masih bingung menentukan skala prioritas. Yuli Alviani (fund rising) yang berjualan baju muslim untuk menambah pemasukan SALAM 5, namun seringkali tidak ada kabar. Zsazsa Novia (fund rising) bertanggung jawab terhadap amanahnya, rapi dalam pendataan “harta” SALAM 5, sabar menghadapi para penghutang, masih moody-an.

Evaluasi Kinerja 6 bulan pertama :
Award
v  Pementor Terbaik        : Muhamad Lutfi Ismail, Dhea Loka Nanta
v  Kelas Mentor Terbaik : Kelompok Ikhwan X-3, Kelompok Akhwat X-7
v  Humed                         : Ahmad Fajri Sauti, Nurwiqoyah
v  Pembinaan Dasar        : Muhammad Satria Nugraha, Nurul Hasanah
v  Syiar                            : Haris Rabbani, Ayu Chyntia-Reni Anggraeni

Punishment
v  Akademik Mihani
v  Humed                        : Fajar Oktami
v  Pembinaan Dasar        : Hussein Shibgotullah
v  Pembinaan Lanjut       : Mujahidin Al Faruqul Adzim
v  Syiar                            : Jihad Kurniaji, Irfan Mahardika, Muhammad Luthfi, Syafa Atul Udzma, Putri                                       Budianti
Evaluasi Kinerja 1 tahun :
Award
v  Kelas Mentor Terbaik                         : Ikhwan X IPA 2, Akhwat X IPA 4
v  The Best of Akademik Mihani            : Yoga Julian, Soraya Kamal
v  The Best of Humed                             : Ahmad Fajri Shauti, Nurwiqoyah
v  The Best of Pembinaan Dasar             : Muhammad Satria Nugraha, Dhea Loka Nanta
v  The Best of Syiar                                : Haris Rabbani, Reni Anggraeni
v  The Best of Fund Rising                     : Zsazsa Novia

Gelar Pengurus
Ikhwan : Lutfi (terPoto), Awan (terSimpel), Haris (terTP), Aan (terSemangat), Ega (terMentor), Yoga (terBingung), Rowi (terAne ga bisa bang), Luthfi (terAfwan), Jihad Kurniaji (terTaekwondo), Irfan Mahardika (terDiam), Jahid (terDuluan), Ilham (terKetawa), Hegar (terLeftgroup), Hussein (terPoster), Hassan (terAwal-awal), Faizal (terKalem), Taufik (terDesain), Fajri (terBlogspot), Dery (terKemana ya), Fajar (terAncam punah), Setyawan (terBapak)

Akhwat : Ria (terUang), Wulan (terSerius), Aya (terBirokrat), Achy (terKritis), Reni (terSemangat), Yuan (terKalem), Desi (terBaik), Dhea (terAmanah), Sarah (terHore), Nw (terAbi), Zsazsa (terBisnis), Eli (terSilent), Ima (terSilent), Diana (terData), Nunu (terMentor)

Program Kerja dan Non-Program Kerja yang Terlaksana :
1.      Training Profesional “Public Speaking”
2.      Training Profesional “Design ”
3.      Training Profesional “Semangat Menyeru Kebaikan”
4.      SMS Tausiyah Rohis
5.      SMS Tausiyah Alumni Rohis SMAN 5
6.      Konsolidasi Rohis
7.      Mabit Tarqiyah Pengurus Rohis
8.      Pelaporan Mentoring Pekanan
9.      Pelaporan Mentoring ke Pembina Rohis
10.  Riyadoh Futsal Salam 5-Rohis 5
11.  Dauroh Asmen Masa Orientasi Peserta Didik
12.  Dauroh Akhwat “Aisyah”
13.  Orientasi Halaqah
14.  Forum Mentor
15.  Mentor Ramadhannya SMAN 5 Depok
16.  Mentor Sakhusa Rohis 5
17.  Mentor Tafakur Alam Rohis 5
18.  Mentor of the month
19.  Sahabat Ilmy
20.  Syukuran Ujian Nasional
21.  Syukuran SNMPTN
22.  FGD MPK-OSIS
23.  Seminar dan Pameran Beasiswa S1 “Sman 5 Scholarship Expo”
24.  Ucapan Selamat Lulus PMDK PTN
25.  Controlling Liqo
26.  Kumpul Murabbi
27.  Jaket Salam 5
28.  Jualan Pulsa
29.  Jualan Baju Muslim
30.  Donatur
31.  Twitter : @salam5depok
32.  Grup Facebook : Muslim Activist 1433, SALAM 5
33.  Blog : Salam5depok.blogspot.com
34.  Email : salam5.depok@gmail.com
35.  Jaulah Kepsek, Kesiswaan, Akademik, Pembina rohis, Guru SMAN 5
36.  Publikasi Silaturahmi Rohis 2013
37.  Perapihan Database Pengurus Salam 5
38.  Perapihan Keuangan Perbulan Salam 5
39.  Syuro dan Evaluasi Rutin Bulanan Semua Divisi Salam 5
40.  Evaluasi Akbar 6 bulan Salam 5
41.  Evaluasi Akbar 1 tahun Salam 5
42.  Sharing dan Suksesi
43.  Rihlah Akhir Kepengurusan Salam 5 di Ragunan

Program Kerja yang Tidak Terlaksana :
1.      BBQ
2.      Database Penyebaran Kuliah dan Pekerjaan Alumni
3.      Bimbel Salam 5
4.      Buletin
5.      Surat Liqo