Sabtu, 02 Mei 2015

2 MEI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Untaian kata penyemangat dari Ust Rahmat Abdullah (Alm)

"Jadilah kalian orang-orang yang:
Paling kokoh sikapnya.
Paling lapang dadanya.
Paling dalam pemikirannya.
Paling luas cara pandangnya.
Paling rajin amal-amalnya.
Paling solid penataan organisasinya.
Paling banyak manfaatnya."

“Merendahlah, engkaukan seperti bintang-gemintang, berkilau di pandang orang di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi. Janganlah seperti asap yang mengangkat diri tinggi di langit padahal dirinya rendah hina."

"Lupakanlah kebaikan-kebaikan yang pernah kamu lakukan kepada orang lain, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan kebaikan-kebaikan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu. Lupakanlah keburukan-keburukan yang pernah orang lain lakukan terhadapmu, tapi jangan sekali-kali kamu melupakan keburukan-keburukan yang pernah kamu lakukan terhadap orang lain."

"Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk dan tidurmu. Bahkan, di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari."

"Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Bukannya tidak menyakitkan.
Bahkan, para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan. Tidak!!!
Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari akhirnya menjadi adaptasi, dan rasa lelah itu sendiri akhirnya lelah untuk mencekik iman. Begitupula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka."

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Teruslah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."

“Sekali lagi.
Amanah terembankan pada pundak yang semakin lelah. Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan, keputusasaan!
Terlebih surut ke belakang. Ini adalah awal pembuktian.
Siapa diantara kita yang beriman.
Wahai diri sambutlah seruanNya.
Orang-orang besar lahir karena beban perjuangan.
Bukan menghindar dari peperangan."

(Salam5 Depok)
#SelamatHariPendidikanNasional