Kepada manusia, khusus teruntukmu wahai pemuda.
Hari ini saya menyadari bahwa
semangat dulu yang pernah hadir dalam diri ini tidak terlepas dari sebuah
karya, produktivitas, dan bukan semata-mata hanya jabatan. Dan itu baru saya
rasakan kali ini, mengambil pelajaran dari perkataan Ust.Anis Matta, dia pernah berkata dalam sebuah orasinya yang berjudul 100
pemimpin masa depan dalam panggung pemuda.
Ketika itu ia berkata, “jabatan itu berbeda dengan karya, jabatan itu berbeda dengan produktivitas, jabatan itu berbeda kemampuan, karena seringkali jabatan itu bisa menjatuhkan kita, menjatuhkan martabat kita, menjatuhkan kehormatan kita, karena jabatan itu tidak sepadan dengan kemampuan yang kita miliki”. Apalah artinya jabatan tanpa adanya sebuah pergerakan mungkin kata-kata itu selalu terngiang di hati saya, yang saat ini sedang hilang semangat karena saya merasa tidak produktif dalam amanah yang saya miliki. Apakah jabatan ini mungkin tidak sesuai dengan kemampuan saya, apakah jabatan ini mungkin hanya bisa menjadi sebuah jabatan saja.
Terlepas dari itu semua, saya ingin sekali bangkit dari kelemahan semangat ini, saya ingin sekali semangat yang dulu menggebu-gebu hadir kembali ke hati dan jasad ini agar bisa berkarya untuk negeri ini, yang biarpun karya itu tidak besar tapi bisa memberi dampak yang signifikan.
Saudara-saudariku sekalian ke depan kita haruslah menjadi orang yang kontributif bagi negara kita ini, yang setiap moment setiap jam, menit, detik yang kita lakukan adalah suatu pergerakan yang bermanfaat bagi kita dan masyarakat indonesia.
Ketika itu ia berkata, “jabatan itu berbeda dengan karya, jabatan itu berbeda dengan produktivitas, jabatan itu berbeda kemampuan, karena seringkali jabatan itu bisa menjatuhkan kita, menjatuhkan martabat kita, menjatuhkan kehormatan kita, karena jabatan itu tidak sepadan dengan kemampuan yang kita miliki”. Apalah artinya jabatan tanpa adanya sebuah pergerakan mungkin kata-kata itu selalu terngiang di hati saya, yang saat ini sedang hilang semangat karena saya merasa tidak produktif dalam amanah yang saya miliki. Apakah jabatan ini mungkin tidak sesuai dengan kemampuan saya, apakah jabatan ini mungkin hanya bisa menjadi sebuah jabatan saja.
Terlepas dari itu semua, saya ingin sekali bangkit dari kelemahan semangat ini, saya ingin sekali semangat yang dulu menggebu-gebu hadir kembali ke hati dan jasad ini agar bisa berkarya untuk negeri ini, yang biarpun karya itu tidak besar tapi bisa memberi dampak yang signifikan.
Saudara-saudariku sekalian ke depan kita haruslah menjadi orang yang kontributif bagi negara kita ini, yang setiap moment setiap jam, menit, detik yang kita lakukan adalah suatu pergerakan yang bermanfaat bagi kita dan masyarakat indonesia.
Ditulis oleh: Muhammad Luthfi Ismail, Ketua Salam 5 Depok.





