Senin, 29 September 2014

Muslimah Day

             
Oleh:  Ayu Chyntia

  Globalisasi memaksa kita untuk bisa survive dan mengikuti perkembangan zaman dalam bidang apapun. Hari ini dunia kita seolah berlari berkejaran. Memaksa kita harus paham tentang segala hal. Belajarlah teknologi agar anda tak dibilang ketinggalan zaman. Belajarlah politik agar anda  tidak mudah dibohongi pemimpin-pemimpin yang sewenang-wenang. Belajarlah ekonomi agar anda  bisa tetap bertahan hidup dalam kondisi kritis seperti sekarang. Belajarlah cara berkomunikasi agar tak dibilang manusia purba yang baru keluar dari goa. Sadar atau tidak, selama ini kita semakin giat mempelajari itu semua. Namun... ada satu hal yang hampir-hampir lupa untuk dipelajari oleh sebagian besar manusia. Al-Qur’an.

                Muslimah. Ya, muslimah adalah sebutan untuk seorang wanita yang beragama islam.  Namun hari ini muslimah seolah terkotak-kotakkan. Tentang si hijabers yang kebablasan dalam ber-fashion sampai terkadang pakaiannya nyerempet tren kebarat-baratan, yang luas dalam bergaul sampai terkadang tidak mengindahkan kaidah-kaidah dalam pergaulan. Dan tentang si jilbaber dengan jilbab panjang yang katanya ketinggalan jaman, dengan kekakuan dalam pergaulan layaknya binatang habis disiram air keras. Itu dulu. Aku berharap bahwa itu hanyalah anggapan orang-orang jaman dulu.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang berjilbab lebar namun tetap anggun dalam berpenampilan. Mereka yang menjaga aroma tubuhnya sampai tak ada lagi orang yang menyindir karena bau badannya. Muslimah hari ini haruslah mereka yang paling menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungannya. Karena dari sanalah dia menunjukkan kepada dunia bahwa inilah sebagian dari ajaran islam. Bahwa sesungguhnya Allah mencintai keindahan.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang alim. Bukan alim dalam arti pendiam, tapi alim dalam arti yang benar. Ya, berilmu. Merekalah  yang berhasil menegakkan kepala didepan ribuan pasang mata karena isi didalam kepalanya. Bukan lagi mereka yang minder karena lagi-lagi harus diremed waktu ujian dan juga bukan mereka yang seringkali dipermalukan di depan guru besar. Merekalah wanita-wanita cerdas, yang waktu kosongnya diisi untuk membaca, berdiskusi,  atau sekedar mendengarkan kajian. Karena dari sanalah mereka sadar bahwa banyak pengetahuan dan wawasan yang bisa dia dapatkan. Melalui kecerdasannya, ada misi besar yang hendak mereka wujudkan. Memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat disekitar.

                Muslimah hari ini adalah mereka yang punya banyak teman karena keramahan dan kasih sayang yang terpancar tulus lewat senyuman. Bukan lagi mereka yang kaku dan selalu menunduk ketika dijalan. Bukan lagi mereka yang hanya berkumpul dengan sesamanya dan jarang bertegur sapa dengan orang yang berlainan. Mereka yang bisa melebur dimanapun dan dengan siapapun ketika dipertemukan. Mereka yang mewarnai pergaulan, bukan yang terwarnai oleh pergaulan. Karena mereka paham, bahwa mereka ditempatkan Allah dalam kondisi tersebut dengan tujuan untuk membawa sebanyak-banyaknya orang berjalan beriringan dalam langkah-langkah kebenaran